Kamis, 29 Desember 2011

ORDE BARU



A.     Awal Terbentuknya Orde Baru
Ø  Krisis Politik Pasca G.30-S/ PKI 1965
Ø  Kegagalan Pemerintahan Soekarno
Ø  Lahirnya Supersemar
Ø  Pengeluaran Tap MPRS No. IX / MPRS/ 1966

1.      Krisis Politik Pasca G.30-S/ PKI 1965
Setelah kudeta yang dilakukan oleh PKI mengalami kegagalan terjadilah gelombang aksi dari mahasiswa yang menuntut Tritura (Tri Tuntutan Rakyat) :
v  Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya
v  Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
v  Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis
2.      Kegagalan Pemerintahan Soekarno
Pergantian atau resaffle yang dilakukan oleh Soekarno untuk memperbaiki stabilitas pemerintahan tidak membaik bahkan krisis politik semakin tidak terkendali. 
3.      Lahirnya Supersemar
Tonggak penting yang menandai lahirnya orde baru adalah terbitnya Surat Perintah Sebalas Maret (supersemar) pada tahun 1966, isi dari supersemar :
Ø  Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk terjaminnya keamanan dan ketertiban serta kesetabilan jalannya pemerintahan dan jalannya revolusi.
Ø  Melaksanakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan panglima angkatan lain dengan sebaik-baiknya.
Ø  Supaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut paut dalam tugas dan tanggung jawab seperti tersebut diatas
4.      Pengeluaran Tap MPRS No. IX / MPRS/ 1966
v  Pengeluaran Tap MPRS No. IX / MPRS/ 1966 yang memberikan wewenang kepada mayjen soeharto selaku menteri/ panglima angkatan darat dan kopkamtib, untuk mengmbil segala tindakan yang dianggap perlu guna menjamin keamanan dan kestabilan revolusi.
v  Merupakan dukungan formal dari MPRS untuk melegalkan berdirinya Orde Baru.

B.     Stabilitas Ekonomi
v  Pelaksanaan stabilitas ekonomi bertumpu pada trilogi pembangunan
1.      Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
2.      Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
3.      Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis
v  Pelaksanaan pola umum didasarkan pada pembangunan jangka panjang (25-30 tahun) yang dilaksanakan secara periodik 5 tahunan yang disebut pelita (pembangunan lima tahun).

1)      Pelita Pertama
Pelita pertama dimulai pada tanggal 1 april – 31 maret 1974
Ø  tujuan : untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap-tahap berikutnya.
Ø  sasaran yang hendak dicapai : pangan, sandang, papan, perluasan lapangan kerja, dan kesejahteraan rohani
Ø  titik berat : menekankan pada pembangunan bidang pertanian.
2)      Pelita Kedua
Ø  Pelita kedua dimulai pada tanggal 1 april 1974 – 31 maret 1979
Ø  sasaran yang hendak dicapai tersediannya pangan, sandang perumahan, sarana dan prasarana, mensejahterakan rakyat dan memperluas kesempatan kerja.
3)      Pelita Ketiga
Ø  Dimulai pada tanggal 1 april 1979 – 31 maret 1984
Ø  pada pelita ketiga lebih menekankan pada asas pemerataan
1.      Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak (pangan, sandang dan papan)
2.      Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
3.      Pemerataan pembagian pendapatan
4.      Pemerataan kesempatan kerja
5.      Pemerataan kesempatan berusaha
6.      Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan
7.      Pemerataan penyebaran pembangunan diseliruh wilayah tanah air, dan
8.      Pemerataan memperoleh keadilan.
4)      Pelita Keempat
Ø  Pelita keempat dimulai dimulai pada tanggal 1 april 1984 – 31 maret 1989
Ø  Pada pelita keempat ini lebih menitik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri.
5)      Pelita Kelima
Ø  Dimulai pada tanggal 1 april 1989 – 31 maret 1994
Ø  pada repelita ini pemerintah menitik beratkan pada sektor pertanian dan industri
Ø  sasaran : upaya peningkatan semua segi kehidupan bangsa.
6)      Pelita Keenam
Pelita keenam dimulai pada tanggal 1 april 1994- 1998
Ø  pada pelita ini pemerintah masih menitikberatkan pembangunan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian serta pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya
Ø  pelita ini hanya berlangsung sampai pada tahun 1998 karena terjadi suksesi kepemmpinan.

C.     Stabilitas Politik
Ø  Penataran pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila (P-4)
Ø  Dwi fungsi ABRI
Ø  Mesin Politik Golongan karya (golkar)

1.      Penataran pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila (P-4)
·         Melalui penataran P-4 orde baru menjadikan pancasila sebagai asas tunggal dalam berpolitik
·         Pancasila juga menjadi nilai budaya dan filosofis idiil bangsa indonesia yang harus dihayati dan diamalkan segenap rakyat.
2.      Dwi fungsi ABRI
Orba mengartikan Dwi fungsi ABRI dengan mejadikan ABRI sebagai kekuatan hankam dan sosial politik karena ABRI hadir pada semua sektor berbangsa dan bernegara
3.      Mesin Politik Golongan Karya (Golkar)
Ø  Melalui mesin politik bernama Golongan karya (golkar) selalu tampil menjadi pemenang pemilu
Ø  Pelaksanaan fusi partai politik untuk mempermudah pengawasan.

D.    Dampak Positif dan Negatif
Dampak positif
  1. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
  2. Swasembada beras
  3. Penurunan angka kemiskinan.
Dampak Negatif
v  Pencemaran lingkungan hidup
v  Perbedaan ekonomi antar daerah, antar kelompok dalam masyarakat
v  Timbul konglomerasi dan bisnis yang serat dengan KKN

E.     Akhir Orde Baru
  1. Krisis ekonomi
Krisis moneter yang melanda kawasan asia tenggara menyebebkan ketidakstabilan perekonomian indonesia sejak pertengahan juli 1997.
  1. Krisis politik
Terjadinya pergantian kepemimpinan dari presiden Soeharto kepada wakil presiden BJ Habibie.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar