1.
Tanah
Nama resmi
Indonesia hingga perang dunia II adalah Hindia Belanda. Pada akhir
pendudukan Jepang akibat revolusi mendorong lahirnya Republik Indonesia.Wilayah
Hindia Belanda merupakan suatu kesatuan pulau-pulau yang memotong ekuator atau
garis khatulistiwa dari
sampai
bujur timur. Pada saat itu seluruh teritorial
merupakan bagian dari Republik Indonesia yang baru, dengan pengecualian bagian
barat Irian yang masih menjadi bahan pertentangan antara Belanda dan Indonesia,
karena statusnya belum ditetapkan dalam konferensi Meja bundar pada tahun 1949.
2.
Pulau-Pulau
Bagian barat kepulauan ini ditempati oleh pulau
besar Sumatra, dengan sejumlah pulau kecil yang ada di sekelilingnya. Iklim
tropis di Sumatra sangat basah, tidak ada perbedaan antara musim hujan dan
musim kemarau. Beberapa pulau kecil di lepas pantai timur Sumatra yang terpisah
oleh selat-selat kecil Sumatra terdapat pulau Bangka yang dikenal dengan
perkebunan ladanya, pulau Belitung sebagai sumber timah, kepulauan Lingga dan
Riau sebagai sumber biji tambang seperti timah dan bauksit. Kemudian Sumatra
terpisah dengan Malaya oleh selat Sunda, selat Karimata membatasi Belitung
dengan pulau Borneo yang oleh orang Indonesia sekarang disebut Kalimantan.
Sistem pertanian yang dipraktekkan di pulau ini adalah pertanian berpindah.
Pulau terpenting di Indonesia adalah Jawa, bersama
pulau kecil yang ada didekatnya Madura. Dari separuh jawa bagian timur tempat
perbedaan antara musim kemarau dengan musim hujan agak menonjol karena pengaruh
iklim benua Australia. Pulau Bali yang kecil dan padat penduduk menunjukkan
pemandangan sawah yang agak mirip dengan yang ada di jawa. Kemudian padang
rumput yang ada di sebagian besar Sumbawa, Sumba dan Timor sangat cocok bagi
pengembangan ternak dan kuda.
Laut Flores terletak diantara Sunda kecil dengan pulau
besar di bagian timur yaitu Pulau Sulawesi yang terpisah dari Kalimantan oleh
selat Makasar. Pulau Sulawesi ini merupakan salah satu pulau yang paling banyak
mempunyai gunung. Kelompok pulau di bagian timur kepulauan yaitu Maluku yang
merupakan pulau rempah-rempah.
3.
Penduduk
Berdasarkan hasil sensus pada tahun 1930 di pulau-pulau
utama yaitu Jawa dan Madura terdapat lebih dari 40 juta penduduk, kemudian yang
terhitung kurang dari 20 juta tersebar di pulau-pulau lain. Diantara kelompok
timur asing unsur yang paling penting adalah satu seperempat juta orang Cina
yang mayoritas bernenek moyang campuran Cina-Indonesia, dan kurang lebih 70
ribu orang Arab.
Pada tahun 1930 Sumatra berpenduduk kurang lebih delapan juta.
Mayoritas penduduk hidup bertani, dan keyakinan islam mewarnai pulau ini. Di
sepanjang pantai timur Sumatra yaitu Bangka dan Belitung juga Lingga dan Riau
ditemukan penganut islam yang kuat. Di bagian selatan didiami oleh orang-orang
yang mempunyai hubungan dengan Melayu yaitu orang-orang Palembang dan Lampung.
Sebagian besar Jawa barat dihuni oleh orang Sunda
yang jumlahnya kurang lebih 8 juta jiwa pada tahun 1930. Orang Banten sama
dengan orang Jawa pribumi, sebagaimana penduduk Cirebon. Kota Jakarta didiami
oleh berbagai golongan penduduk. Orang Jawa pribumi yang merupakan kelompok
penduduk terbesar di kepulauan ini jumlahnya kurang lebih 28 juta jiwa pada
tahun 1930 (termasuk para imigran di Sumatra) terutama ditemukan di Jawa tengah
dan sebagian besar di Jawa Timur. Di
bagian timur Jawa, di pulau Bali dan beberapa bagian pulau Lombok ditemukan
orang bali yang jumlahnya secara total pada tahun 1930 kurang lebih satu
setengah juta jiwa.
Penduduk Sulawesi berjumlah kurang lebih empat juta
jiwa. Pada bagian barat yang cukup padat penduduk terdapat orang Makasar dan
Bugis yang menganut agama islam. Orang Toraja yang tinggal di Sulawesi tengah
merupakan keturunan Melayu tua. Bagian timur laut Sulawesi yaitu daerah
Minahasa didiami oleh orang Menado, yang mayoritas penganut protestan. Kelompok
penduduk yang terpenting adalah orang Ambon di Maluku yang mayoritas penduduk
beragama islam.
Kemudian penduduk pribumi Irian Barat, yaitu orang
Papua (sejak revolusi oleh orang Indonesia disebut orang Irian) merupakan
kelompok penduduk yang termasuk keturunan Melanesia dan berbeda sekali dengan
penduduk pribumi kepulauan ini, baik secara rasial, budaya, dan bahasa.
Sumber:
Wertheim, W.F. 1999. Masyarakat Indonesia
dalam Transisi. Yogyakarta. PT. Tiara Wacana Yogya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar