Kamis, 29 Desember 2011

GEOGRAFI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH


1.      Tanah
Nama resmi  Indonesia hingga perang dunia II adalah Hindia Belanda. Pada akhir pendudukan Jepang akibat revolusi mendorong lahirnya Republik Indonesia.Wilayah Hindia Belanda merupakan suatu kesatuan pulau-pulau yang memotong ekuator atau garis khatulistiwa dari  sampai  bujur timur. Pada saat itu seluruh teritorial merupakan bagian dari Republik Indonesia yang baru, dengan pengecualian bagian barat Irian yang masih menjadi bahan pertentangan antara Belanda dan Indonesia, karena statusnya belum ditetapkan dalam konferensi Meja bundar pada tahun 1949.
2.      Pulau-Pulau
Bagian barat kepulauan ini ditempati oleh pulau besar Sumatra, dengan sejumlah pulau kecil yang ada di sekelilingnya. Iklim tropis di Sumatra sangat basah, tidak ada perbedaan antara musim hujan dan musim kemarau. Beberapa pulau kecil di lepas pantai timur Sumatra yang terpisah oleh selat-selat kecil Sumatra terdapat pulau Bangka yang dikenal dengan perkebunan ladanya, pulau Belitung sebagai sumber timah, kepulauan Lingga dan Riau sebagai sumber biji tambang seperti timah dan bauksit. Kemudian Sumatra terpisah dengan Malaya oleh selat Sunda, selat Karimata membatasi Belitung dengan pulau Borneo yang oleh orang Indonesia sekarang disebut Kalimantan. Sistem pertanian yang dipraktekkan di pulau ini adalah pertanian berpindah.
Pulau terpenting di Indonesia adalah Jawa, bersama pulau kecil yang ada didekatnya Madura. Dari separuh jawa bagian timur tempat perbedaan antara musim kemarau dengan musim hujan agak menonjol karena pengaruh iklim benua Australia. Pulau Bali yang kecil dan padat penduduk menunjukkan pemandangan sawah yang agak mirip dengan yang ada di jawa. Kemudian padang rumput yang ada di sebagian besar Sumbawa, Sumba dan Timor sangat cocok bagi pengembangan ternak dan kuda.
Laut Flores terletak diantara Sunda kecil dengan pulau besar di bagian timur yaitu Pulau Sulawesi yang terpisah dari Kalimantan oleh selat Makasar. Pulau Sulawesi ini merupakan salah satu pulau yang paling banyak mempunyai gunung. Kelompok pulau di bagian timur kepulauan yaitu Maluku yang merupakan pulau rempah-rempah.
3.      Penduduk
Berdasarkan hasil sensus pada tahun 1930 di pulau-pulau utama yaitu Jawa dan Madura terdapat lebih dari 40 juta penduduk, kemudian yang terhitung kurang dari 20 juta tersebar di pulau-pulau lain. Diantara kelompok timur asing unsur yang paling penting adalah satu seperempat juta orang Cina yang mayoritas bernenek moyang campuran Cina-Indonesia, dan kurang lebih 70 ribu orang Arab.
Pada tahun 1930 Sumatra  berpenduduk kurang lebih delapan juta. Mayoritas penduduk hidup bertani, dan keyakinan islam mewarnai pulau ini. Di sepanjang pantai timur Sumatra yaitu Bangka dan Belitung juga Lingga dan Riau ditemukan penganut islam yang kuat. Di bagian selatan didiami oleh orang-orang yang mempunyai hubungan dengan Melayu yaitu orang-orang Palembang dan Lampung.
Sebagian besar Jawa barat dihuni oleh orang Sunda yang jumlahnya kurang lebih 8 juta jiwa pada tahun 1930. Orang Banten sama dengan orang Jawa pribumi, sebagaimana penduduk Cirebon. Kota Jakarta didiami oleh berbagai golongan penduduk. Orang Jawa pribumi yang merupakan kelompok penduduk terbesar di kepulauan ini jumlahnya kurang lebih 28 juta jiwa pada tahun 1930 (termasuk para imigran di Sumatra) terutama ditemukan di Jawa tengah dan sebagian besar di Jawa Timur.  Di bagian timur Jawa, di pulau Bali dan beberapa bagian pulau Lombok ditemukan orang bali yang jumlahnya secara total pada tahun 1930 kurang lebih satu setengah juta jiwa.
Penduduk Sulawesi berjumlah kurang lebih empat juta jiwa. Pada bagian barat yang cukup padat penduduk terdapat orang Makasar dan Bugis yang menganut agama islam. Orang Toraja yang tinggal di Sulawesi tengah merupakan keturunan Melayu tua. Bagian timur laut Sulawesi yaitu daerah Minahasa didiami oleh orang Menado, yang mayoritas penganut protestan. Kelompok penduduk yang terpenting adalah orang Ambon di Maluku yang mayoritas penduduk beragama islam.
Kemudian penduduk pribumi Irian Barat, yaitu orang Papua (sejak revolusi oleh orang Indonesia disebut orang Irian) merupakan kelompok penduduk yang termasuk keturunan Melanesia dan berbeda sekali dengan penduduk pribumi kepulauan ini, baik secara rasial, budaya, dan bahasa.
Sumber: Wertheim, W.F. 1999. Masyarakat Indonesia dalam Transisi. Yogyakarta. PT. Tiara Wacana Yogya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar